Karangrejo, 15 Agustus 2026 – Kemudahan dalam mengakses berbagai layanan digital turut diiringi dengan meningkatnya risiko penipuan di dunia maya. Melihat kondisi tersebut, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 163 Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan “Digital Corner: Waspada Penipuan Digital” di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Program ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenali berbagai modus penipuan digital sekaligus memahami langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi data dan keamanan transaksi digital.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian Tim KKN 163 terhadap perkembangan penggunaan teknologi digital di masyarakat. Kemudahan dalam mengakses layanan digital, seperti marketplace, perbankan, dan berbagai platform daring lainnya, juga diikuti dengan munculnya berbagai modus penipuan digital. Penipuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari penyalahgunaan data pribadi, pesan atau tautan mencurigakan, hingga penyamaran sebagai pihak tertentu untuk memperoleh informasi dan keuntungan dari korban. Oleh karena itu, masyarakat perlu memiliki pemahaman mengenai cara mengenali dan menghindari berbagai bentuk penipuan digital.
Program ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat Desa Karangrejo terhadap berbagai bentuk penipuan digital. Di tengah maraknya kasus penipuan digital, beberapa warga Desa Karangrejo juga diketahui pernah mengalami penipuan dengan modus yang beragam. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penipuan digital tidak hanya menjadi permasalahan di lingkungan perkotaan, tetapi juga dapat terjadi di lingkungan masyarakat desa. Oleh karena itu, pemahaman mengenai cara mengenali modus penipuan, melindungi data pribadi, serta mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi mencurigakan menjadi hal yang penting bagi masyarakat.
Melalui program Digital Corner, Tim KKN 163 menyediakan sarana edukasi yang dapat diakses oleh masyarakat Desa Karangrejo. Digital Corner dilengkapi dengan rak buku sederhana yang berisi buku panduan literasi digital serta materi edukasi mengenai kewaspadaan terhadap penipuan digital. Selain itu, informasi mengenai berbagai modus penipuan digital juga disajikan dalam bentuk materi visual agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat.
Materi yang disediakan dalam Digital Corner mencakup pengenalan penipuan digital, cara kerja penipuan, perlindungan data pribadi, serta berbagai modus penipuan yang sering ditemukan di lingkungan digital. Beberapa modus yang diperkenalkan antara lain modus salah transfer, penipuan yang mengatasnamakan admin marketplace, paket tertukar, penipuan berkedok tugas atau misi dengan iming-iming reward, modus tautan mencurigakan seperti e- tilang atau hadiah, serta berbagai bentuk penipuan lainnya.
Selain menyediakan bahan bacaan, Tim KKN 163 juga memberikan pendampingan dan edukasi secara langsung kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk mengenali ciri-ciri pesan mencurigakan dan memahami langkah yang perlu dilakukan ketika menerima informasi yang tidak dikenal. Masyarakat juga diberikan pemahaman untuk tidak mudah memberikan OTP, PIN, password, NIK, nomor rekening, maupun data pribadi lainnya kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya.
Salah satu pesan utama yang diperkenalkan melalui program ini adalah “STOP – CEK – KONFIRMASI – BARU BERTINDAK”. Masyarakat diimbau untuk tidak terburu-buru mengikuti instruksi ketika menerima pesan yang membuat panik, takut, penasaran, atau tergiur. Sebelum melakukan tindakan, masyarakat perlu memeriksa informasi dan melakukan konfirmasi melalui kanal resmi untuk memastikan kebenarannya.
Melalui pelaksanaan program Digital Corner: Waspada Penipuan Digital, Tim KKN 163 berharap masyarakat Desa Karangrejo dapat menjadi pengguna teknologi yang lebih cerdas, kritis, dan waspada. Keberadaan Digital Corner juga diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan, sehingga pengetahuan mengenai keamanan digital tidak hanya diperoleh selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat terus dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya kegiatan ini, Tim KKN 163 berharap pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Karangrejo sehingga limbah kelapa tidak hanya dibuang, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna dan ramah lingkungan.
Penulis: Tim KKN 163 Universitas Sebelas Maret