Karangrejo, Juli-Agustus 2026 - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 163 Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program kerja individu "Sosialisasi dan Pembuatan QRIS" di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mendukung digitalisasi desa melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai alternatif pembayaran berbasis teknologi, khususnya bagi warga dan pelaku usaha skala rumah tangga maupun UMKM.
Dalam kegiatan ekonomi sehari-hari, pilihan metode pembayaran yang mudah dipahami dan dapat digunakan secara praktis menjadi semakin penting. Namun, pemanfaatan pembayaran digital tetap membutuhkan pengetahuan mengenai fungsi, alur transaksi, dan tahapan pembuatan QRIS. Atas dasar tersebut, kegiatan dirancang tidak hanya sebagai penyampaian informasi, tetapi juga sebagai pendampingan langsung agar peserta dapat melihat proses penggunaan melalui perangkat ponsel.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mendatangi warga dan pelaku usaha di lingkungan Desa Karangrejo. Pada setiap pertemuan, peserta diberikan penjelasan mengenai fungsi QRIS sebagai sarana pembayaran menggunakan kode QR, manfaatnya dalam mendukung transaksi, serta gambaran umum proses pembuatan dan penggunaannya. Pendekatan langsung membuat proses sosialisasi berlangsung lebih komunikatif karena peserta dapat mengajukan pertanyaan sesuai kebutuhan.
Pendekatan personal menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini. Sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui penjelasan satu arah, tetapi dikembangkan menjadi interaksi langsung antara mahasiswa KKN dan peserta. Tim KKN 163 menunjukkan contoh penggunaan perangkat digital serta menjelaskan hal-hal yang perlu dipahami dalam proses pembuatan QRIS. Dengan metode tersebut, materi dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih sederhana dan disesuaikan dengan kondisi peserta.
Target awal program kerja adalah memberikan sosialisasi kepada 20 orang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan berhasil menjangkau total 25 orang. Dengan demikian, realisasi program mencapai 125 persen dari target yang ditetapkan atau lima orang lebih banyak daripada sasaran awal. Capaian tersebut menjadi indikator kuantitatif utama bahwa kegiatan berhasil memenuhi sekaligus melampaui target penerima sosialisasi.
Selain kegiatan sosialisasi, program juga mencakup pendampingan pembuatan QRIS bagi peserta yang membutuhkan bantuan untuk memahami tahapannya. Dalam artikel ini, angka 25 orang digunakan secara khusus sebagai jumlah penerima sosialisasi. Jumlah QRIS yang berhasil terbit tidak dicantumkan karena data tersebut belum diberikan, sehingga pelaporan tetap membedakan secara jelas antara capaian sosialisasi dan hasil penerbitan QRIS.
Pelaksanaan program menunjukkan bahwa edukasi digital dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana, dekat, dan aplikatif. Kunjungan langsung memungkinkan Tim KKN
163 berinteraksi dengan masyarakat di lingkungan rumah maupun tempat usaha, sekaligus memberikan contoh penggunaan perangkat digital yang relevan dengan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Program "Sosialisasi dan Pembuatan QRIS" selaras dengan tema KKN 163 UNS mengenai digitalisasi desa berbasis pemberdayaan sumber daya manusia menuju kemandirian berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penguatan literasi digital masyarakat melalui pengenalan teknologi pembayaran yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan ini diharapkan membantu masyarakat Desa Karangrejo semakin siap memanfaatkan pembayaran digital secara bijak. Bagi pelaku usaha, pemahaman mengenai QRIS diharapkan dapat memperluas pilihan metode pembayaran bagi konsumen, sedangkan bagi masyarakat secara umum kegiatan ini dapat menjadi pengalaman awal untuk lebih terbiasa dengan perkembangan transaksi berbasis teknologi.
Penulis: Nabeel Muhammad Alimudin (F0423050) - Kelompok KKN 163 Universitas Sebelas Maret